“There’s No Greater Adventure Than True Love”

Kemarin aku sedang iseng melihat-lihat situs dari sebuah stasium swasta dan tak sengaja melihat jadwal acara-nya. Ada gambar film yang menarik perhatianku. Film itu bertema Historical-Romance. Dan berjudul Casanova. Sayangnya, film itu ditayangkan pada pukul 01.30 dinihari hari Rabu. Esoknya saya harus kuliah pagi lagi, tapi saya penasaran dengan film ini karena saya sedang menyukai novel-novel dengan tema yang sama. Akhirnya saya memutuska,n jika saya terbangun dengan alarm yang sudah di setel sebelumnya, saya akan menontonnya. Dan benar, saya terbangun pukul dua dinihari dan akhirnya menonton film itu sendirian. Film ini selesai hingga pukul 03.30 dan setelah itu saya sulit tidur kembali dan akhirnya bangun kesiangan, namun syukurlah tidak terlambat untuk masuk kuliah hihihi.

Film ini bercerita tentang sang perayu cinta, Giacomo Casanova yang hendak dihukum gantung karena perilakunya yang terlalu memuja kecantikan. Dan oleh sang Pastor di Vanezia itu memberikan pilihan padanya agar tidak jadi dihukum, yaitu Casanova harus menikah dan memiliki istri yang berperilaku sopan, tidak berskandal, dan ciri-ciri gadis alim lainnya. Akhirnya setelah beberapa saat memilah wanita-wanita yang hendak dipinangnya dari para wanita yang pernah Ia tiduri, Ia mendapat ‘pencahayaan’ tentang siapa yang hendak Ia nikahi. Pilihannya jatuh pada seorang gadis yang selalu berdiam diri di jendela, gadis yang cantik, sopan, alim, dan masih perawan. Akhirnya dengan restu sang Ayah dari si gadis, Casanova bertunangan dengannya. Seorang cowok yang sudah lama jatuh cinta pada si gadis marah atas kebersamaan mereka dan menantang Casanova untuk bertarung. Pelayan dan sahabat karib Casanova, Lupo membalas tamparan si cowok yang menandakan bahwa Ia menerima tantangan pertarungan si cowok. Pada hari H, Casanova yang berperan sebagai Lupo mengalami kesulitan untuk memenangkan pertarungan mereka, butuh usaha yang besar untuk mengalahkan lawannya. Namun Lupo–yang asli–yang merasa curiga dengan pendamping lawan Casanova, merenggut topeng yang digunakan oleh si pendamping itu (topeng digunakan oleh para petarung, pendamping, dan ‘wasit’), ternyata terjadi pertukaran petarung. Si pendamping itu adalah si cowok yang tidak becus memegang pedang, berbeda dengan lawan Casanova, yang ternyata adalah kakak kandung si cowok, Francesca, ya dia adalah seorang wanita yang telah dipaksa menikah dengan pengusaha lemak babi berkualitas (saat itu lemak babi sangat berharga) dari Genoa. Casanova terpukau dengan pemikiran Francesca yang sangat berbeda dengan wanita-wanita lain, tentang mencintai seseorang yang tidak tumbuh dalam beberapa hari atau satu malam dan cinta itu untuk selamanya. Casanova yang tertarik dengan Francesca akhirnya berputra-pura sebagai tunangan Francesca dari Genoa. Lalu bagaimanakah sikap Francesca saat mengetahui bahwa Casanova telah menipunya? Sanggupkah Ia melupakan cintanya pada sang perayu cinta karenanya penipuannya walau Casanova telah mewujudkan ide-nya yang dianggap sebagai sihir oleh masyarakat dan setelah Casanova telah menolong nyawanya? Lalu bagaimanakah nasib pertunangan Casanova dengan si gadis cantik namun penuh gairah itu? Dan bagaimana dengan nasibnya jika tidak berhasil menikah, padahal syarat dari Pastor agar Ia tidak jadi dihukum gantung adalah Casanova harus menikah sebelum festival berakhir?

Well, aku sedikit kecewa dengan film ini. Hmm bisa dibilang benar-benar kecewa karena tidak sesuai dengan harapanku. Apa banyak yang di sensor-nya ya? Seharusnya Casanova adalah sosok pria sempurna yang dengan mudah dapat menarik perhatian semua para wanita.

Oh ya, aku suka dengan pemeran Giovanni, Charlie Cox. Dan aku baru tahu Heath Ledger sudah meninggal. Dan aku baru tahu dialah yang memerankan Joker padahal kalau ‘pemeran Joker’ meninggal aku sudah tahu dari kabar itu muncul. Agh! It’s annoying and too sad. 😦

If you interested with this film (2005), check this website. and Casanova in tv series. Legend Casanova at kaskus.

and for REAL GIACOMO CASANOVA, read this 🙂

“A partially true story about lies told, virtue lost and love found.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s