293 on 2012 is 19!

understand what I wrote on the title?

it’s my ID, 293 (birth on 29 March (3) ’93 and the third child) and in this year is my 19th birthday. yeeeyy!

morning, I woken up by my mother that says her hope for me. That’s really the way I love to waking me up. then my parents prepared yellow rice (baca: nasi kuning) for me (I think it’s replaced cake for my birthday :D) then we pray together for us. then (again), slowly, I got message from my friends and I really happy to read them. and I got blessing from message on facebook, status on plurk, and mention on twitter. It really make me smile all day!

I’ve got two surprises from my friends in collage and from high school.

on 29 March 2012 in my class, I’m not hoping anything from my friends, actually. not because they not so close to me (at first, I just want they not felt guilty because they not celebrate my birthday–like one of my friend) buuut, they’re so kind to me.

(karena bahasa Inggrisnya–sumpahnya–jelek sekali, mari kita beralih ke bahasa nasional negaraku)

di akhir mata kuliah pada saat itu, satu temanku yang sedang menagih biaya untuk peminjaman ruangan untuk mubes (musyawarah besar), aku memberinya lebih dan meminta kembaliannya. tapi dia malah berkata, “yang ulang taun sih segini aja ya. ga usah kembalian” (yah intinya seperti itu), lalu temen-temen yang lain yang lagi berdiri dekat dengan dia langsung menanyakan kebenarannya (kalau aku lagi ulang taun) dan mereka memberi ucapan dan dengan baiknya mereka hendak menyiramku. -__-”

akhirnya kelas yang lagi heboh tambah heboh dengan berita ulang tahunku. setelahnya aku dan yang lain turun ke Gerbang Lama hendak makan siang (yang dilaksanakan pada sore hari), tiba-tiba mereka menyanyikan lagu Happy Birthday To You dan dilanjutkan di tempat makan. sumpah, aku sama sekali nggak nyadar dan tidak mengharapkan hal ini sama sekali. brownies coklat dengan potongan almond dan potongan coklat kecil, aku potong-potong dan kusuapi (sekitar) 10 orang dengan satu potong. ujung-ujungnya aku hanya mencicipi kue ulang tahunku itu satu potong kecil -___-

nggak masalah. karena pada malam harinya aku mendapat bolu dari tiga orang teman dari SMA-ku.

sampai di rumah aku langsung mandi karena kehujanan. setelah itu, karena dua harinya hendak mengikuti mini konser maka aku latihan dan jauh dari handphone. tiba-tiba panggilan dari Ibuku yang mengatakan bahwa temanku yang adalah tetanggaku datang berkunjung untuk memberiku novel milik temanku yang lain. awalnya aku sudah geer saja akan diberi kado yang dia sembunyikan di balik punggungnya. well, that’s just my imagination. ternyata dia memang hanya memberiku novel dan entah mengapa menyuruhku untuk menyimpan novel itu ke dalam rumah tapi aku tolak, karena ternyata muncul teman cowok-ku dari SD yang keluar dari dalam rumah tetanggaku. (I have some reason why I wont return this novel to my house). dan dibelakangnya ada temanku lagi yang sedang membawa sekotak panjang bolu dengan lilin-lilin kecil yang banyak di atasnya. It really touch my heart, saudara-saudara.

setelah kita ngobrol-ngobrol di teras tetanggaku itu, teman cowokku itu mengambil novel dari pelukanku untuk mengetahui novel apa itu. lalu diambil lagi oleh temanku yang sedang membawa bolu. entah pada awalnya sedang ngobrolin apa, lalu aku bertanya ke teman cowokku itu, “lalu kadonya mana?” itu bercanda. tapi ternyata dia memang sedang membawa ‘kado’-ku itu di balik punggungnya. air langsung disiram ke kepalaku tanpa persetujuanku. masih dalam keadaan shock, tepung ditebarkan di kepalaku. akhirnya selama beberapa menit aku mengejar-ngejar teman-temanku itu hendak membalas mereka. “Itu kado dari aku!” kata teman cowok-ku itu.

konyol dan sangat tersentuh rasanya, mengetahui ternyata aku bisa juga mengalami hal seperti ini. mengingat teman-teman yang rela memberiku brownies dan katanya hendak memberiku kado (walau aku tolak rencana mereka itu), lalu mentraktir temen-temen tanpa aku-nya sendiri tidak ikut makan, malam-malam diterangi sinar redup dari lilin, ketawa keras-keras dan menakut-nakuti teman-teman yang hendak kusiram air, menggigil kedinginan karena air itu, dan mandi untuk kedua kalinya setelah itu untuk membersihkan badan dari tepung. benar-benar, I never imagine this would happen in my life. but it’s so grateful that my friends really celebrate my birthday when I growing up (sama ketika aku berpikir usia remaja mapan itu di umur 18 dan dewasa itu di umur 20 yang mana aku berniat tidak akan meminta apapun di tahun depan–makanya mintanya sekarang ahahahaha).

I hope that their life will full of happiness and healthy, and got blessing from God. Amiiinnnn…

(picture following :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s