The Tired and (semi) Fun Day

*merenggangkan badan*

satu kata untuk hari ini : capek. aku bahkan ketiduran didepan tv (ruang santai keluarga), baru bangun jam delapan malam tadi.

hari ini aku “berkunjung” ke empat tempat. petama aku ke Mesjid Agung Ujung Berung untuk istigosah (do’a bersama) yang ujung-ujungnya pasti pada penuh air mata (tapi mengapa aku tidak menangis sama sekaliii?? apa hatiku sudah membeku?). acara sudah berjalan dengan lancar, menurutku. setelah membaca do’a, lalu diingatkan akan orang tua, ujian-ujian yang diiringi oleh musik yang mengalun dengan lembut, membuat semuanya semakin merinding. acara diakhiri dengan acara salam-salam oleh para guru yang mengelilingi para murid (panjaang banget antriannya).

kan memang sudah dari kemarin kami merencanakan akan makan-makan dulu, setelah beberapa rundingan yang agak ‘memanas’ (didalam hatiku sih hihi) diputuskan kami akan nyeblak di rumah teman cowo yang rumahnya itu jauuhh nun disana (ahaha sori yang kesinggung). teman-teman yang tidak kebagian tebengan, mereka naik angkot. akhirnya yang pake motor ada lima. eh begitu kami sampai di depan pasar ujung berung, kami tertangkap polisi karena penumpangnya tidak pakai helm (jangan ditiru ya). motor yang punya rumah berhasil lolos malah tanpa dilihat sama sekali lalu motor yang aku tumpangi juga yang berada paling belakang berhasil meloloskan diri (malah disuruh ehehe makasih bapaa yang baiikk yang membiarkan kami pergi–padahal kukira mau dilarang. yang ini juga kalo ada kesempatan ya diturutinnya hihi) akhirnya aku dan temanku menunggu agak kedepan. setelah beberapa saat, bahkan sudah dilewati oleh enam mobil pemadam kebakaran dan satu mobil jenazah (terpisah), akhirnya tiga motor temanku muncul. lalu kami melanjutkan perjalanan. kami menunggu teman-teman yang selesai masak seblak. rasanya kurang dari empat menit juga, seblak itu ludes sudah. kami memakannya menggunakan tusuk gigi, dan aku hanya kebagian tiga suap! hmm biasanya sih aku selalu kenyang dan sampai kepedasan dan aku yang biasanya menjadi orang penghabisan, orang yang selalu menghabisi makanan dipaling akhir karena teman-teman sudah tidak kuat makan lagi (ketauan deh gembulnya hihi)

sewaktu anak-anak cowo mau sholat jumatan, tiba-tiba temanku nyeletuk mau pulang duluan. bagus! aku bisa nebeng ke temanku yang bawa motor juga. akhirnya jam 12 kurangan, aku dan temanku yang lain ini pergi meninggalkan nasi liweut yang akan dimasak setelah anak cowo selesai sholat (hiks). akhirnya aku sampai di sekolah, aku datang untuk membayar tunggakan buku (hihi) dan mengumpulkan tugas ekonomi. setelah sekitar jam setengah satu, aku pergi lagi ke tempat tujuan aku pulang duluan dari rumah temanku itu. setelah selesai latihan mobilku, aku iseng jalan ke sekolah (karena tempat les dan sekolahku tak jauh) lagi, dan ternyata dua temanku yang tadi ketemu, ternyata masih ada menunggu di halte bis depan sekolahku. mereka menyebrang lagi dan bilang padaku bahwa ada yang aneh, dari snmptn undangan masih ada yang harus diurusi tapi kelas kami belum ada pemberitahuannya, akhirnya kami kembali ke sekolah dan menemui guru Bimbingan Konseling (BK) kami. sebenarnya ketika mobil yang aku setir menuju ke tempat les, karena sudah selesai les-nya, aku sudah melihat mereka duduk dihalte itu dan berharap mereka tak melihatku, sama seperti ketika aku baru mengeluarkan mobil dan aku melihat teman-teman cowo kelas satuku (semoga saja mereka nggak perhatian dengan mobil ‘latihan’). tapi ternyata ketika kami disuruh memfotokopi formulir rekomendasi siswa, mereka melihatku. sumpah, malu banget ketahuan sama mereka (padahal teman yang paling dekat denganku saja belum tahu). tapi mereka sudah berjanji tidak akan membocorkannya ke siapapun. aku terlalu malu untuk memperlihatkan bahwa aku bisa menyetir padahal kemampuanku masih rendah.

kami disuruh memanggil teman-teman yang dapat snmptn undangan. setelah semuanya datang, kami mengisi semua pertanyaan di formulir itu dan menuliskan nilai rapot dari semester satu hingga empat, yang kelima nya belum ada di rapot jadi kukira nanti akan diisi oleh para guru. sebenarnya hanya itu saja, tapi terasa sekali riweuh (repot, ribet)-nya. para guru yang terlihat sekali capeknya, lalu teman-teman yang kesana kemari dan satu pertanyaan di formulir itu yang agak membuat kami repot: pertanyaan tentang gaji orang tua, jadi kami harus menghubungi orang tua masing-masing. mungkin kalau tidak mendadak seperti ini, mungkin tidak akan riweuh seperti ini. tapi justru ke-riweuh-an itulah yang membuat hari ini menyenangkan dan (mungkin) unforgetable ahahaha

(benarkah? -.-a)

hari senin kami akan melaksanakan ujian sekolah. semoga diberi keberuntungan dan dimudahkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan menyusahkan itu. amiiinnnnn….

(tapi guru-guru yang saya cintai, kenapa bangkunya harus satu orang satu? satu orang hanya satu meja kecil dan satu kursi. kenapaa? kenaapaaa? oh kenaaapaaaa???)

foto-foto menyusul 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s