antara mall dan tempat makan (ada kami)

Well, mungkin momen yang akan aku ceritakan ini sudah ‘kadaluarsa’ ya karena momen kali ini berlangsung  dua hari sebelum hari H lebaran

Aku dan dua sobat SD-ku jalan-jalan. Aku yang mengajak mereka awalnya ingin ke toko buku diskon namun entah mengapa hal itu pun tak jadi. Karena saya tahu, satu sobatku ini merasa tempat toko buku itu bukan sebagian dirinya berbeda denganku dan sobatku yang lain. Akhirnya pilihan tertuju pada sebuah mall yang diseberangnya terdapat toko buku yang ada iklannya di Koran bahwa mereka mulai hari itu ada diskon 80%.

Dan sekalian sobatku yang suka dengan komik—sepertiku, sehari sebelumnya dia berulang tahun ke 17. Jadi sekalian saja saya dan sobatku yang lain berencana untuk menghadiahi sobat kami itu dengan buku. Saya memilih-milih komik dan setelahnya adalah hal yang cukup sulit. Saya menyuruh sobatku yang akan dihadiahi itu untuk memilih sebuah buku, buku novel yang kubilang buku novel yang ia pilihkan akan aku beli untuk diriku sendiri.

Satu buah novel karya Johanna Lindsey—kesukaan kami berdua—dan tiga buah komik saya bayar di kasir. Turun satu lantai, kami melihat ada handy craft (nulisnya? Entah) lalu kami melihat ada kertas kado berwarna ungu yang menarik perhatian kami bertiga. Akhirnya dengan diskusi diam-diam antara saya dan sobat yang patungan untuk membeli kado memutuskan untuk membungkus novel yang akan kami hadiahi untuk sobat kami itu.

Tanpa direncanakan dari awal kami berangkat, akhirnya kami memutuskan akan berbuka shaum bersama. Sebuah tempat makan yang menyediakan ayam crispy menjadi pilihan tempat berbuka kami. Kami menungu dari jam lima sore di tempat makan yang berlokasi didepan mall. Kami menunggu sembari mengobrol, bercerita karena kami bertiga sangat suka bercerita, kami ingin orang lain tahu kisah kami.

Akhirnya setelah menunggu dan memesan makan, minum dan gratis dessert, dan setelah memutar-mutar seluruh tempat makan itu, kami memilih meja yang berada diluar. Ditemani dengan hujan dan orang-orang yang menunggu adzan buka dan ada juga orang yang tidak berpuasa makan dengan tenangnya. Sebenarnya saya dan sobat yang berulang tahun itu sedang tidak berpuasa namun karena memang kami masih Ingin bersama, buka bersama ini pun ada.

Adzan sayup-sayup terdengar, kami langsung mengucapkan Alhamdulillah. Kami makan pesanan kami, tentu saja dengan mengobrol. Dan lagi-lagi, saya menjadi orang yang terakhir makan (entah mengapa dengan teman saya yang selalu paling terakhir makannya kini giliran aku yang menjadi julukan yang paling lelet makan -___-).

Ayam, nasi, saos, coke, shooter telah habis saya lahap (saya tidak memesan dua minuman, namun shooter itu saya pilih karena gratis atas pembelian makanan yang kami beli. Satu sobatku memilih capuchinno float, and the other choose es krim apaaa gitu). Setelah selesai mencuci tangan, segera saja kuserahkan kado yang dia pilih sendiri. (semoga) dia terharu.

Selesai makan dan minum, hp-ku yang tertinggal di rumah sedari pergi dari rumahku tadi (saya dimarahin oleh kakak saya -___-) lalu hp salah satu sobatku menjadi penghubung antara aku dan orang rumah. Tiba-tiba hp sobatku itu diserahkan padaku, “ada apa?” tanyaku. “telepon” jawabnya.

Kuangkat dan ternyata itu dari ibuku. Bilang bahwa kakakku akan menjemputku karena hujan yang tadi sempat mereda mulai deras lagi. Kami bertiga sudah senang-senang. Menunggu kakakku menjemput, kami kembali ke mall itu dan berjalan-jalan. Kami berada di sebuah konter belanja murah di lantai dua dan disudut lantai itu. Sewaktu sedang asyik memilih-milih kacamata gaya, hp sobatku itu berbunyi dan kakakku menelepon. Ternyata dia sudah ada didepan mall. Kami segera berjalan dengan cepat (karena malu bila berlari) dan akhirnya aku menemukan kijang berwarna merah marun terparkir di depan kanan mall. Segera saja kami masuk mobil dan basah oleh air hujan.

Perjalanan berlangsung dengan aman. Dan setelah mengantar sobat-sobatku itu pada rumahnya (karena teman SD rumah kami tak terlalu jauh, apalagi sobatku yang mendapat kado, kami bertetangga). Dan kusadari ternyata yang mengeluarkan uang selain untuk makan hanya aku saja. Mereka tak membeli apapun. Menyebalkan.

Well, itu bercanda. Yang jujurnya adalah aku sangat senaaaaangggggg bisa bersama-sama dengan mereka xD

Hope, kami bisa terus bersama, tetap mengerti satu sama lain, dan ikatan persaudaraan antara kami tak akan pernah putus hingga ajal menjemput amiiiinnnn…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s