Seharian di Mesjid Raya..

Bila hari ini, saya, Chacha, Dewi, Irwin dan Gilang pergi ke Mesjid Raya provinsi Jawa Barat untuk melakukan observasi. Tugas dari B.Indonesia dan Sosiologi, penelitian bertemakan bebas. Dan kelompok kami mengusung tema “eksistensi Mesjid Raya”.

Kami punya surat izin untuk melakukan wawancara dengan pengurus mesjid dan didalamnya tertulis melakukan wawancara pukul 10.00 WIB. Maka kami berencana untuk berkumpul di UIN (Universitas Islam Nasional) jam setengah 9. Irwin datang paling pertama. Aku dan Chacha pergi bareng dan kami kumpul di GD (Guna Dharma) mungkin saya dan Chacha pergi dari GD sekitar jam 9 lebihan. (ada kejadian lucu bagiku. Saya, Chacha dan Dewi sepakat untuk melakukan observasi dengan memakai jilbab. Dan sewaktu saya dan Chacha turun dari angkot didepan UIN, ada dua satpam (sepertinya) UIN bertanya pada kami, “Belum libur neng?”. Dan secara spontan kami menggelengkan kepala dan berkata bahwa kami bukan mahasiswi UIN)

Setelah itu datanglah Dewi. Akhirnya tinggal Gilang yang belum datang. Kami menunggu terus sembari meneleponnya berkali-kali dan tak ada satu pun yang diangkat. Sebenarnya kami sudah kesal sekali dengannya. Saat kami sedang kesal-kesalnya dia sms bahwa dia baru bangun tidur dan saat itu sudah sekitar jam 10. Akhirnya kami tetap menunggunya dan lama kemudian Gilang pun tiba dengan motor vespa birunya serta ibunya. Kami yang menunggunya dibalik bis (karena panas) dan Gilang dan Ibunya yang berhenti di depan bis berteriak, “Ini nih belum mandi” seru sang ibu Gilang. Dan kami langsung tersenyum (dan tertawa) apa Gilang malu ya?

Kami naik bis setelah hampir empat atau lima kali kami melewatinya untuk menunggu Gilang. Kami sampai di alun-alun sekitar jam 11 siang. Kami mencari-cari dahulu secretariat Mesjid Raya. Setelah menemukannya dan bertemu dengan salah satu pengurusnya (sepertinya) kami disuruh untuk melakukan wawancara setelah sholat dzuhur.

Adzan dzuhur berkumandang dan aku menunaikan sholat dzuhur (Chacha dan Dewi sedang berhalangan). Selesainya, kami semua memberanikan diri untuk melakukan wawancara. Saya sebagai yang penanya, Dewi yang menulis jawabannya, Irwin yang merekam semua jawaban, Chacha sebagai yang juru kamera, Gilang? Dia hanya melihat ehehehe..

Wawancara dimulai dengan pak Atang.

Wawancara selesai. Sekitar satu jam jawaban yang kami perlukan telah kami dapatkan.

Setelah mengambil foto luar Mesjid Raya selesai kami bingung mau kemana lagi. Dewi menyarankan untuk kami naik menara mesjid. Dengan membayar 2ooo rupiah kami bisa naik ke menara yang berlantai 19.

Diatas sana kami memotret pemandangan. Dilihat dari ketinggian setinggi itu, mobil-mobil dan motor terlihat seperti mainan. Namun jangan terlalu sering melihat kebawah sana, karena akan membuatmu pusing. dan dari atas sana, akan terlihat bagaimana kumuhnya Bandung (entah Indonesia ckckck).

Selesai dari menara itu, kami melanjutkan perjalanan untuk membeli minuman buat Chacha dan Dewi, kasihan mereka tak shaum namun tak makan dan minum bisa-bisa mereka pingsan lagi ckckck. Selesai dari sana, kami melanjutkan lagi perjalanan kami menuju tempat bermain di lantai paling atas gedung King’s. Kami sangat lelah apalagi kami naik menggunakan tangga. Awalnya kami mau main bombomcar khusus orang dewasa tapi akhirnya kami naik bajak laut. Permainan itu seperti permainan kora-kora di dufan. Namun ini versi kecilnya. Setelah dinaiki tetap saja membuat jantungku dugdagdugdag. Sepanjang permainan itu dijalankan aku ketawa terus begitu pula dengan Dewi dan Chacha,  Irwin menutup mukanya dengan tangannya (yang bisa kulihat). Sedangkan Gilang tak ikut, entah karena dia terlalu capek, malu atau kerena dia takut. Ahahahaha

Selesai dari sana, yang awalnya kami mau ke yogya hanya untuk duduk di food court-nya, kami mengambil keputusan untuk pulang saat itu juga.

Kami berjalan tempat dimana angkot sering ngetem. Saat itu kami menunggu bis menuju Cibiru dari jam 3 sore. Bis datang namun menuju Cicaheum. Beberapa menit kemudian bis datang namun menuju Ciburuy. Begitu terus, berkali-kali dua jurusan bis itu melewati kami dan membuat kami kecewa. Sampai-sampai kami mendumel tentang pos polisi dan pak polisi yang hilir mudik didepan kami tanpa menanyakan sesuatu pada kami (bukannya seharusnya kalau sudah lama berdiri terus di tempat yang sama, akan menimbulkan pertanyaan?)

Akhirnyaaaaaa, bis jurusan Cibiru tibaaa… Walau bis penuh sesak, namun kami tetap saja masuk bis itu, takut bis jurusan Cibiru akan lama lagi. Kakiku sungguh pegal sekali apalagi dibagian betis sampai kram, dan telapak kaki sampai panas sekali. Aku nanya ke Dewi yang berada dibelakangku jam berapa sekarang, dan ternyata sudah jam 4 sore. Satu jam menunggu bis saudara-saudara!

Bis penuh sesak sampai-sampai kakiku tak bisa digerakkan. Diantara kami berlima, Chacha yang paling pertama mendapat tempat duduk kemudian Dewi lalu aku, Irwin serta Gilang.namun  Irwin yang paling pertama turun, dia turun di Arcamanik katanya mau ke warnet dulu. Lalu aku, Chacha dan Dewi, kami turun di GD. Dewi yang dijemput oleh pacarnya yang sudah ada duluan di depan GD. Chacha pulang kerumah neneknya entah langsung kerumahnya dengan ojeg. Aku menyebrang dan kaget tak ada ojeg yang berada ditempatnya. Namun hanya berselang beberapa detik, datanglah ojeg. Dan sampailah dirumah. Saya langsung mandi dan langsung merasakan pegal-pegal diseluruh tubuh apalagi dibagian kaki—betis (makin aja nih betis kaya betisnya tukang becak -___-“) (sayang rencana awal yang ingin buka bersama tak jadi karena Gilang dan Dewi ingin buka di rumah saja)

Well, aku sangat ngantuk sekarang. Sebaiknya aku langsung tidur sekarang, selamat malam..

A.P.

serta foto-foto lainnya di kameranya Chacha. kita tunggu saja lanjutan foto-fotonya 😀

 

Advertisements

2 thoughts on “Seharian di Mesjid Raya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s