Tak ada nama selain SO3KA SOEKA :D

Hari ini kelas sosial 3 mengadakan buka bareng di rumah Ficky.. dan hari ini pula sanlat pertama untuk akhwat dimulai (dan diakhiri besok yeeeh)..

selesai sanlat (ruang 14, 26 orang ipa4 dan 6  orang sosial 3 -___-) aku pulang dan segera bersiap untuk pergi les (well, yah aku sibuk ahaha). singkatnya les selesai jam 5 sore. Annisa yang menunggu pacarnya untuk menjemput akhirnya kami tinggalkan. beberapa menit kemudian, aku sampai di rumah Ficky dan para cowok yang baru datang sudah mengeluh, penuh emosi. semua menanyakan, “pada kemana nih yang lain!?”

hingga maghrib berkumandang barulah orang-orang yang sewaktu di sekolah dipastikan untuk datang, baru sampai di rumah Ficky. segera kami berbuka dahulu selagi beberapa cowok menjemput yang tersisa di tempat menunggu–smp 8.

17 orang datang sudah datang–Saya, Dewi, Chacha, Irwin, Tata, Cahyo, Andrian, Glendy, Windy, Nisa, Tyo, Erna, Ravi, Fauzi, Iqbal, Wildan–dan pemilik rumah sendiri–Ficky. maka dengan makanan yang enak yang banyak sudah disuguhkan oleh Ibunya Ficky di depan kami, maka kami pun tak tanggung-tanggung langsung mengambil piring dan lauk pauknya (tentu setelah semua hadir).

selesai makan, beberapa cowok ada yang tiba-tiba menghilang–termasuk pemilik rumah, yang membuat saya dan beberapa teman yang ingin sholat agak sulit untuk mencarinya. Dan sudah diduga para cowok berdiam diri di lantai atas seatas-atasnya (baca : loteng-red).

setelah kami selesai sholat maghrib, kami yang tertinggal segera ke lantai atas seatas-atasnya. aku diajak untuk naik ke atas loteng dan begitu saya menginjakkan kaki di atas, angin yang besar segera membuat rambutku berantakan (ahahaha) tapi aku menikmati pemandangan lampu-lampu dari pemukiman dibawahnya..

Dan inilaahh, yang sudah kuwanti-wanti dari minggu lalu, acara jujur-jujuran.

Tata dan Ficky berusaha untuk membuat semua orang untuk naik ke loteng (para cewek ketakutan dengan genteng yang harus diinjak dan kemiringannya). setelah beberapa menit-menit-menit-menit penuh semangat untuk membuat mereka semua mau untuk naik ke atas, akhirnya akhirnya akhirnya mereka memberanikan diri juga untuk naik (walau Windy penuh penuuuhhh celotehan ahahaha)..

awalnya basa-basi dulu. basa basi basa basi basa basi basa basi basa basi.. semua orang mengungkapkan unek-unek mereka terhadap anak-anak kelas dan kepada orang yang hadir.

ditengah-tengah itu, terdapat kesimpulan;

  1. Tak ada geng-geng lagi
  2. Tak boleh pelit memberikan contekan apapun

(sebenarnya ada lagi tapi maaf saya lupa ahahaha)

Lalu akhirnya dibahaslah masalah yang tentang Chacha dan Irwin yang menjadi rasa penasaran dari semua cowok sekelas. Mereka ngomongnya beda tempat dariku duduk dan tak terdengar omongan mereka olehku (mana angin gede lagi). tiba-tiba aku lihat Chacha menutupi mukanya yang artinya dia sedang nangis. aku pindah tempat ke tempat chacha nangis. dan ternyata mereka sedang bersitegang (chacha sih nangis aja) antara irwin dan tata dan glendy dan lainnya..

singkatnya, masalah pun terpecahkan. rasa penasaran cowok yang sebelumnya selalu merasa dicuekin oleh  chacha dan merasa aneh dengan sikap irwin, pun akhirnya merasa lega (semoga ya kawan-kawaan)

Malam kian larut, sudah jam 8 malam. sudah terlalu malam bagi cewek. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang (dewi udah pulang duluan dijemput oleh pangeran agungnya *ihihihi*)

semoga dengan jujur-jujuran kali ini, akan membuat kami semakin membuka mata akan teman-teman kami dan kami akan semakin akrab layaknya keluarga amiiinnnn

(tapi kenapa sewaktu pulang ke rumah aku mendapat ‘kabar’ mengesalkan!? :'()

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s