Langkah Awal Dalam Berkuda

Di berbagai daerah ada sarana atau sekolah-sekolah berkuda yang menyediakan fasilitas untuk belajar menunggang kuda. Saat ini pada federasi nasional tercatat sekitar 25 klub berkuda.

Sebagai info: sebaiknya jangan menghubungi sekolah berkuda pada hari Senin, karena untuk tempat berkuda di seluruh dunia hari Senin adalah hari libur!

Selain fasilitas lapangan yang sesuai standar, tentunya diperlukan kuda-kuda sekolah yang telah terlatih untuk ditunggang oleh pemula, dan juga pelatih yang berpengalaman.

Perlengkapan awal untuk penunggang adalah helm berkuda (bila perlu dipinjamkan pihak sekolah), celana panjang (kalau bisa jangan terlalu longgar karena mudah terjepit) dan sepatu dengan sedikit hak, sebaiknya setinggi mata kaki. Kalau ingin melanjutkan dan untuk kenyamanan penunggang, dianjurkan untuk memiliki helm, sarung tangan, celana dan boots berkuda.

Sebaiknya berlatih 2-3 kali per minggu. Selain belajar teknik menunggang, pemula juga diperkenalkan dengan horsemanship, yaitu bagaimana berinteraksi dengan kuda, cara merawat kuda dan pemasangan alat tunggang seperti pelana, kendali dan lain-lain.

Pada tahap awal belajar menunggang, pemula akan dilongser selama kira-kira 30 menit. Longser atau lunging adalah berlatih mengelilingi pelatih yang mengendalikan kuda dengan tali panjang sekitar 7 meter yang disambungkan ke bagian mulut (mouthpiece) kuda. Dengan cara itu, pemula dapat berkonsentrasi kepada dirinya sendiri dan tidak perlu risaukan kudanya.

Yang diajarkan pertama adalah cara duduk yang benar, menemukan keseimbangan badan dalam setiap cara gerak kuda (walk, trot, canter) dan bagaimana memberikan pertolongan kepada kuda untuk mengendalikannya. Pada prinsipnya, kuda digerakkan dengan betis dan dihentikan dengan kendali, tetapi cara duduk dan suara si penunggang juga dikategorikan sebagai pertolongan.

Tergantung bakat si penunggang, akan dilongser sebanyak kurang-lebih empat kali latihan, kemudian dilepas untuk latihan tanpa tali longser. Waktu latihan juga lebih lama, yaitu sekitar 45 menit. Kalau sudah dapat menemukan keseimbangan dan mengendalikan kuda dengan baik, pola latihan juga semakin intensif dan pada akhirnya penunggang dapat mengikuti pertandingan. Setelah beberapa waktu berlatih berkuda, terlihat ke mana bakat dan minat si penunggang mengarah. Penunggang yang senang berkuda secara tenang dan halus biasanya memilih Dressage, sementara yang lebih berani dan yang mencari action akan mengarah ke Showjumping. Yang senang berwisata biasanya memilih Endurance, dan yang punya bakat untuk berbagai nomor mengarah ke Eventing.

Walaupun tidak harus memiliki kuda sendiri, pada suatu saat seorang penunggang pasti mempertimbangkan ide itu. Menemukan kuda yang jodoh dengan penunggang dan dapat menunjang kegiatan berkudanya bukanlah hal yang begitu mudah. Memiliki seekor kuda juga merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar!

Perjalanan seorang penunggang pemula hingga menjadi atlit hanyalah melalui prestasi yang diraihnya. Semakin baik prestasinya, semakin baik pula materi atau kuda yang dapat ditunggangnya.

Tanpa membedakan gender dan kalangan, dan apakah seorang penunggang memilih berkuda tetap sebagai amatir atau sebagai penunggang professional hingga pelatih, semua dapat berpartisipasi dan menikmati olahraga yang beraneka ragam ini. (Sumber – ECI)

Yap, berkuda dapat menjadi salah satu pilihan Anda untuk berolahraga..

\(^0^)/

Advertisements

2 thoughts on “Langkah Awal Dalam Berkuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s