Meluncur di Negeri Tropis

Apa kalian tahu tetang olahraga ice skating? olahraga yang memiliki kesan lembut ini sudah lama ada di Indonesia. Dan apakah kalian sudah pernah mencobanya? well, aku pernah mencobanya tapi itu saat SMP dan bayangkan, hanya untuk berdiri saja itu sangatlah sulit.

Olahraga sepatu roda (skating) beberapa tahun terakhir telah mulai digemari masyarakat kita khususnya kaum perempuan. Di Indonesia olahraga ini lebih berkembang khusus di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Surabaya.

Arena ice skating di Jakarta berada di Mall Taman Anggrek (MTA) bernama SKY RINK. Di Bandung pada awalnya arena skating berada di Indonesia Plaza (IP) namun kini dipindahkan ke Paris Van Java (PVJ). Bila di Surabaya bernama Arena Seluncur Es. Sedangkan untuk di kota Jogjakarta bisa ditemukan di mall Saphir Square yang akan bernama Ice Land.

Sebelum terbentuknya ISF (Indonesia Skating Federation) atlit-atlit Indonesia sudah sering mengikuti perlombaan figure skating baik skala Nasional maupun Internasional seperti Skate Asia yang setiap tahunnya, mulai tahun 1999, semenjak keikutsertaannya secara umum, atlit Indonesia mendapatkan peringkat ke 2 dan 3 dari sekitar 20-25 negara peserta. Prestasi tertinggi yang pernah diraih adalah berhasil meraih peringkat ke 2 pada kompetisi Skate Asia di Malaysia tahun 2008.

Dan pada tanggal 10-11 April lalu Indonesia menggelar kejuaraan yang diikuti oleh atlet-atlet skating profesional Malaysia, Singapura, Inggris dan tentu saja Indonesia. Kedepannya akan banyak kegiatan pembinaan maupun kejuaraan yang akan dilakukan, baik oleh ISF maupun pengurus Sky Rink Mal Taman Anggrek, diantaranya; Workshop Foreign Coaches (Jan-Mar 2010), Elite Junior Figure Skating yang diadakan pada bulan April 2010, serta Skate Jakarta 2010 dan Skate Asia yang dimulaiAgustus 2010 mendatang.

Jangan mengira atlet-atlet Indonesia tak ada. Mereka jelas ada (makanya bisa mengadakan kejuaraan bertaraf Internasional) dan mereka sangat berprestasi dan membuat Indonesia bangga.

Salah satu atlet yang berprestasi adalah Tengku Siti Hafsah (Ica) yang merebut gelar juara di Kejuaraan Nasional Ice Skating Selandia Baru, pekan lalu. Atlet kelahiran Palembang 12 Desember 1983 ini menjadi juara pada kategori adult gold ladies. Dia mengelahkan dua skater terbaik negeri itu, Aslihan Mirza dan Kelly Hoebergen. Kemenangan pada turnamen internasional tersebut bukanlah yang pertama kali. Pada 1999-2000 lalu, putri kedua pasangan Tengku Amir Hamzah dan Tengku Zanin Ansary ini juga menjuarai Kejuaraan Asia di Malaysia. Saat itu, adik bungsunya Tengku Siti Nur Alia juga mencetak kemenangan.

Padahal, dia sudah lama tidak pernah latihan karena konsentrasi menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Akuntansi Universitas Massy, Selandia Baru. Sejak 2004, Ica tidak bisa bermain ice skating. Latihan juga sudah jarang dia lakukan. Namun, sepertinya panggilan untuk bermain ice skating selalu muncul. Oleh karena itu, sejak April lalu, dia benar-benar latihan serius lagi. Dia ingin unjuk kebolehan. Bersama pelatihnya Stephani Woodacre, dia latihan seminggu dua kali. Bahkan, sang pelatih pun menawarinya menjadi asisten pelatih karena kemampuan Ica memang sangat bagus dan mempunyai bakat sebagai pelatih. Setelah sukses menjadi juara, Woodacre pun mengarahkannya agar dapat ikut tes adult elite yang tingkatannya satu level di atas gold. Dia harus kerja keras lagi untuk tampil di tingkat itu karena dihuni para atlet yang jauh lebih hebat.

Sama halnya dengan atlet yang baru berusia enam tahun ini, Maciko Audrey Chan. Ia sudah sering menggondol piala penghargaan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sedangkan Dhea Fatharani yang juga berusia 6 tahun, pada November 2006 di Bandung ia kembali mengukuhi prestasinya sebagai juara pertama di kategori Jump and Spin dan juara pertama juga di kategori Couple Spotlight.

Kehebatan Dhea dalam cabang ice skating juga dibuktikan di Jakarta pada 27-29 April 2007 lalu sebagai pemenang pertama Couple Spotlight dan pemenang pertama Production Team. Dhea memilih lagu Jablai dan Sunny yang pada akhirnya mengiringinya menjadi juara. Kini, setelah tiga tahun menggeluti ice skating, Dhea sudah mengumpulkan lebih dari 20 medali, baik emas, perak dan perunggu. Namun yang terbanyak adalah medali emas. Dan ia keluar sebagai pemenang pertama di kategori Technical dan Couple Spotlight dalam kejuaraan Ice Skating Asia di Shenzhen, China Agustus 2006 lalu. Yang membuat tambah bangga adalah di kejuaraan internasional yang pertama kali diikuti ini, Dhea yang saat itu baru bersekolah di TK besar adalah peserta termuda.

Itulah segelintir atlet yang sebenarnya sangat banyak dan sangat berprestasi. Namun sayang, hingga kini pemerintah belum serius memperkenalkan olahraga ini. Tak jarang untuk ikut dalam kejuaraan di luar negeri, para atlet ice skating mengandalkan biaya sendiri. Mereka masih mampu untuk membiayai kejuaraan yang diselenggarakan di sekitar Asia tenggara. Namun jika kejuaraan diselenggarakan seperti di Amerika, para atlet ini membutuhkan sponsor.

credits : www.bibsonomy.org

www.suaramerdeka.com

www.forum-ngo.com

www.suarapembaruan.com

www.berita.liputan6.com

www.tabloid-nakita.com

Advertisements

One thought on “Meluncur di Negeri Tropis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s