Dua Janda Pahlawan di Vonis Bebas

Tanggal 27 Juli 2010 kemarin, setelah 18 kali persidangan selama berbulan-bulan, akhirnya Roesmini (79) dibebaskan dari segala tuntutan hukum oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (27/7). Putusan ini serupa dengan putusan kepada Soetarti (80) yang sudah lebih dulu digelar. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut hukuman dua bulan kurungan dengan percobaan empat bulan atas mereka berdua.

Roesmini, Soetarti dam Soegito terlilit dugaan penyerobotan rumah dinas atas laporan Perum Pegadaian. Menurut Nugroho Agung Sambodo, mereka berniat membeli rumah tersebut sesuai peraturan yang berlaku. Kedua pihak pun bersengketa secara perdata. Namun, pengacara Soetarti dan Roesmini, Alghiffari Aqsa, menyebut Perum Pegadaian justru menempuh jalan pidana.
Kedua janda ini merasa tidak bersalah maka dari itu, beliau yang sangat tegar ini masih bersedia untuk mengikuti pengadilan dengan rasa ikhlas untuk mencari keadilan–yang akhirnya membuahkan hasil yang manis.

Menurut majelis hakim, tuntutan jaksa prematur dan tidak bisa dibenarkan. Karena perkara perdata dalam kasus yang sama masih bergulir dan masih proses kasasi di Mahkamah Agung. Dalam kasus itu, kedua janda, antara lain, mengutarakan keinginan mendapatkan izin pengalihan nama atas rumah dinas yang telah ditempati selama puluhan tahun.

Majelis hakim yang diketuai Djumadi menyatakan, tuntutan jaksa penuntut umum tidak dapat diterima. Roesmini harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum. “Menyatakan terdakwa Roesmini lepas dari segala tuntutan hukum. Terdakwa berhak atas rehabilitasi untuk dipulihkan hak-hak terdakwa, kemampuan, harkat, dan martabatnya,” kata Djumadi.

Soetarti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjuanganya. Ia juga berterima kasih kepada media yang telah menyiarkan kasus ini sehingga diketahui seluruh rakyat Indonesia. “Saya bersyukur tak jadi membongkar makam suami dan menyerahkan tanda jasa pahlawan,” katanya.

Pagi tadi, rumah Soetarti penuh ketegangan. Setelah ia berangkat ke pengadilan, rumah sepi. Kini, rumahnya ramai. Kerabat, tetangga dan banyak orang datang memberi ucapan selamat. Rasa bahagia juga disampaikan oleh Roesmini. “Saya bahagia,” katanya.
Namun masih ada yang mengganjal di hati, menurut putra Soetarti, Nugroho Agung Sambodo, pahlawan Soegito yang juga dituntut dengan tuntutan yang sama dengan Roesmini dan Soetarti yang kini belum juga dibebaskan.

http://metrotvnews.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s